Senin, 14 Januari 2008

P.U.S.H

Berdoalah Sampai Sesuatu Terjadi

Beberapa cerita berikut ini menggambarkannya...Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juru Selamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukan laki-laki itu, dan menunjukkan padanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa laki-laki itu harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya. Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun-tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.

Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya "Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya."

Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.

"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" pikirnya. "Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik."

Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.

"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatannku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?"

Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian,"Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata kepadamu, tugasmu untuk mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu, seperti yang telah kau lakukan. Tidak sekalipun Aku mengatakan bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus-menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu."

Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya.... Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya.

Ketika segalah sesuatu kelihatan keliru.... lakukan P.U.S.H (push = dorong).

Ketika pekerjaanmu mulai menurun.... lakukan P.U.S.H (push = dorong). Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan.... lakukan P.U.S.H (push = dorong)

Ketika uangmu seperti "lenyap" dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar.... lakukan P.U.S.H (push = dorong).

P.U.S.H - Pray Until Something Happens!! (Berdoalah sampai sesuatu terjadi)

Minggu, 13 Januari 2008

Persahabatan Sejati


Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**


Dan kalau anda mau tahu bagaimana wajah-wajah dari sebuah persahabatan Sejati, Pandangilah dengan sangat fokus gambar dari pojok kiri atas.....

Pilih Surga atau Neraka



Suatu hari seorang pemuda sedang sekarat, lalu malaikat bertanya apa ia ingin ke surga atau neraka. Lalu si pemuda menjawab kalau ia ingin melihat surga dan neraka lalu malaikat mengajaknya ke surga, disana ia di perlihatkan dgn hal2 yg menyenagkan.
Lalu malaikat membawanya ke neraka, disana ia melihat Madonna, britney dll sedang party. Lalu tiba saatnya dia memutuskan ingin ke surga atau neraka si pemuda memutuskan akan ke neraka.

Namun setibanya di neraka ia tidak melihat orang sedang party tapi orang-orang sedang di siksa. Lalu ia bertanya pada malaikat kenapa ia tidak melihat sesuatu yang dilihatnya waktu ia sekarat. Dengan enteng malaikat menjawab, "Hari itu lagi promosi!!!!"

Seberharga itukah waktu?

Seberharga Itukah Waktumu?

Seperti biasa Jymm, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Carlo, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama. "Kok, belum tidur?" sapa Jymm sambil mencium anaknya. Biasanya, Carlo memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Carlo menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?"

"Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?" "Ah, enggak. Pengen tahu aja." "Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?" Carlo berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Jymm beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Carlo berlari mengikutinya. "Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong," katanya. "Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Jymm. Tetapi Carlo tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Carlo kembali bertanya, "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?" "Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah." "Tapi, Ayah..." Kesabaran Jymm habis. "Ayah bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Carlo. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Jymm nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Carlo di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Carlo didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Jymm berkata, "Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Carlo. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih." "Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini." "Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Jymm lembut. "Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah," kata Carlo polos. Jymm terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.

Jumat, 11 Januari 2008

Nasehat buat Perokok

Pada suatu hari terjadi dialog antara seorang Tao Yu dengan seorang perokok berat. Ini terjadi karena Tao Yu itu sangat terganggu dengan asap rokok dari perokok itu. Dengan sedikit basa-basi maka terjadilah dialog ini. Taoyu: "Saya melihat Bapak sangat asyik sekali dengan rokok itu. Belum seperempat jam kita duduk di sini Bapak sudah menghabiskan dua batang rokok." Perokok: "(Dengan sedikit bangga) Saya satu hari bisa menghabiskan minimal dua bungkus rokok." Taoyu: "Wah.... kalau begitu Bapak hebat sekali. Tapi saya mau tanya sedikit boleh nggak?" Perokok: "Eh... boleh saja. (Sambil menghembuskan asap dengan penuh keyakinan)." Taoyu: "Apakah Bapak sayang orang tua, sayang istri dan sayang anak-anak?" Perokok: "Ya... dong... itukan orang yang paling saya sayangi." Taoyu: "Hem.... rasanya kok sulit dipercaya ! Karena Bapak tidak menyayangi badan Bapak sendiri sih." Perokok: "Lho... kok anda mengatakan saya tidak menyayangi badan sendiri." Taoyu: "Memang betul kan. Bapak kan setiap hari menghisap rokok, itu kan sama saja dengan meracuni diri sendiri. Belum lagi orang lain yang menghirup asap rokok Bapak juga ikutan keracunan jadinya." Perokok: "Benar juga ya.... Wah maaf deh." Taoyu: "Nggak apa-apa, nggak apa-apa. (Mudah-mudahan dia sadar!)" Oleh: A Hien

Nasehat dari Taiwan


LIFE IS UNANSWERED QUESTION,
BUT LET'S STILL BELIEVE IN THE DIGNITY AND IMPORTANCE OF THE QUESTION.


-TENNESSEE WILLIAMS
****************************.
Inilah nasehat ku buat kamu sahabatku, aku berharap kamu dapat menjadi lebih sukses dalam menjalani hidup dari pada aku. Aku rasa tidak ada salahnya untuk dicoba!!

/1/Terimalah dirimu apa adanya. Jangan mencoba jadi orang lain. Hanya ada satu orang seperti dirimu di dunia ini. Tak ada yang lain.

/2/Beranilah bertanggung jawab akan hidupmu. Jangan bergantung pada orang lain. Hanya kaulah yang bisa menghidupi hidupmu, bukan orang lain.

/3/Selesaikan tugas hidup seharian : makan, tidur, kerja, istirahat dan segala yang perlu dilakukan dengan penuh sukacita.

/4/Penuhilah siang dan malammu dengan kasih sayang.

/5/Beranilah masuk daerah baru yang tak dikenal atau asing dalam hidupmu. Jangan jadi katak dibawah tempurung. Bukankah dunia kata nenek moyang kita tidak selebar daun pisang!!


/6/Jadilah penjelajah seperti Columbus. Buka lebar segala pintu dan jendela dirimu dan belajar jadi penemu apa saja yang berguna dan punya arti.

/7/Lihatlah segala yang tumbuh dan berkembang. Jadi dewasa dan bijaksana tanpa mengejar kesempurnaan.

/8/Cobalah belajar mendengar pendapat orang lain dan bicaralah dengan baik untuk bisa saling mengerti.

/9/Belajarlah untuk bisa melihat keindahan pada apa saja dimana saja. Daun-daun berguguran di angin senja, kabut hutan cemara atau bulan di pegunungan yang jauh dan sepi.

/10/Belajarlah mengucap kata terima kasih pada Tuhan. Terima kasih atas segala yang mesra dan manis yang datang padamu. Jangan tanya dimana Tuhan, tanyalah dimana dirimu selama ini.

----------------------------------------------